PERSEPSI DAN PEMBELAJARAN KONSUMEN

PERSEPSI DAN PEMBELAJARAN KONSUMEN

 

Leavitt (dalam Rosyadi, 2001) membedakan persepsi menjadi dua pandangan, yaitu pandangan secara sempit dan luas. Pandangan yang sempit mengartikan persepsi sebagai penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu. Sedangkan pandangan yang luas mengartikannya sebagai bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Sebagian besar dari individu menyadari bahwa dunia yang sebagaimana dilihat tidak selalu sama dengan kenyataan, jadi berbeda dengan pendekatan sempit, tidak hanya sekedar melihat sesuatu tapi lebih pada pengertiannya terhadap sesuatu tersebut.
Persepsi berarti analisis mengenai cara mengintegrasikan penerapan kita terhadap hal-hal di sekeliling individu dengan kesan-kesan atau konsep yang sudah ada, dan selanjutnya mengenali benda tersebut Jadi definisi persepsi dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.

 

 

Pembelajaran konsumen

pembelajaran menunjukkan perilaku seseorang karena

pengalaman. Pembelajaran terjadi melalui saling pengaruh antara

dorongan, stimulan, cues, tanggapan dan penguatan

 

 

Kekuatan pembelajaran, sangat dipengaruhi oleh 6 faktor yaitu :

  1. Importance

Merujuk pada nilai yang ditempatkan konsumen pada informasi yang akan dipelajari. Semakin penting bagi individu untuk mempelajari suatu perilaku khusus atau bagian kecil informasi, semakin efektif atau efisien bagi individu tersebut didalam proses pembelajaran.

 

 

  1. Message involvement

Apabila seorang konsumen tidak termotivasi untuk mempelajari bahan, pendalamn proses dapat ditingkatkan dengan jalan membuat orang tersebut menjadi terlibat dengan pesan itu sendiri.

 

  1. Mood

Agar mendapatkan kebahagiaan, belajar lebih banyak. Penelitian menunjukan bahwa hal ini benar mood yang positif selama penyampaian informasi seperti nama merek, meningkatkan pembelajaran. Mood yang positif nama merk, meningkatkan pembelajaran

 

  1. Penguatan atau “reinforcement”

Sesuatu yang meningkatkan kemungkinan bahwa suatu respon akan diulangi diwaktu yang akan dating, dianggap sebagai pengutan (reinforcement). Sementara pembelajaran sering terjadi di dalam ketiadaan penguatan, penguatan mempunyai dampak yang signifikan pada kecepatan diamana pembelajaran terjadi dan durasi (lamanya waktu) merupakan dampaknya.

 

  1. Repetisi (repetition

Repetisi meningkatkan kekuatan dan kecepatan pembelajaran secara sederhana, semakin sering orang di ekspose informasi atau mempraktekan suatu perilaku, semakin besar kemungkinannya bagi orang tersebut untuk belajar. Sebagai contoh, iklan dalam olahraga akan mempunyai pengaruh yang besar bagi mereka yang menonton olahraga secara teratur dibandingkan dengan mereka yang jarang menonton.

 

  1. Kecitraan (imagery)

Gambar merupakan citra secara definisi, mempunyai suatu itngkatan yang tinggi dan kecitraan(imagery). Gambar meningkatkan kecitraan visual konsumen, yang merupakan alat pembelajaran yang khusus. Mereka juga terlihat membantu konsumen didalm memberikan tanda pada informasi kedalam tempat yang menyimpan relevan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s